September 28, 2007

Samudera Kehidupan, Antara Kenyataan Dan Harapan

21.07 WIB, 28 september 2007

Hape yang memang sedang digenggam berbunyi, memberikan sinyal bahwa ada sms yang masuk. Ku lihat nama pengirimnya, MJM. sms itu cukup singkat, bunyinya “bang, sahur nanti simpatinya diaktifin ya. Mama mau nelpon”.

Sudah biasa mendapat sms seperti ini. Tanpa ada “rasa-rasa” yang lainnya, aku hanya meniatkan untuk mengganti simcard ku sesuai dengan permintaan yang tertera di sms itu.

 

21.46 WIB, 28 September 2007

Kembali hape yang sedang digenggam berbunyi. Sekali lagi mengirimkan bahwa ada sms yang masuk. Ternyata sms dari teman yang memang dari tadi smsan. Sms penutup untuk malam ini (mungkin), isinya singkat namun penuh makna, “eh, sisa usia udah makin berkurang, banyak-banyak evaluasi diri ya”.

Tadinya masih belum mengerti tentang arti dua sms yang (sepertinya) tidak saling berhubungan itu. Bertanya tajam dalam hati, kenapa sms terakhir itu isinya seperti itu, apa ada yang salah? Hanya bias bertanya dan menjawab sendiri.

Namun pada saat menekan tut shape dengan jempol, tiba-tiba tersadar… ya ampun, sekarang tanggal 28 September 20007. Sekitar 2 jam lagi, maka hari akan berganti, tanggal pun bertukar. Ya, aku paham tentang sms terakhir teman ku itu, juga sms dari bunda tercinta.

 

23.00 WIB, 28 September 2007

Media player yang sengaja ku setel untuk menemani malam panjang ini, memperdengarkan lagu “bingkai kehidupan”-nya Shoutul Harokah.

Mengarungi samudera kehidupan

Kita ibarat para pengembara

Ya Rabb, samudera kehidupan tlah terarungi selama sekian tahun. Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan akhirnya bulan berganti dengan tahun, dan seterusnya, dan seterusnya. Samudera ini adalah samudera yang penuh dengan lika-liku. Kadang berjumpa dengan ombak halus yang membelai, kadang juga harus berhadapan dengan gelombang badai yang menghantam.

Entah mengapa, kesadaran akan kehidupan yang telah, sedang, dan akan ku arungi membuat diri ini lirih. Sadar sesadar-sadarnya bahwa pengembaraan di samudera kehidupan yang sebenarnya adalah saat ini, tadi hanya tinggal kenangan, sementara nanti merupakan harapan. Kehidupan nyata adalah saat ini, karena kita tak bisa terus-terusan hidup di bawah baying-bayang masa lalu dan tidak bisa pula hidup dengan harapan mengambang tentang masa depan.

Segurat kenangan mungkin masih tersisa di tubuh penuh luka ini, sebagai bukti bahwa aku pernah melawati masa yang lalu. Seberkas sinar harapan mungkin bisa tertangkap oleh kedua bola mataku, sebagai tanda bahwa ada harapan yang tidak boleh disia-siakan di masa mendatang. Tapi nyatanya, aku hidup di saat ini, bukan di masa lalu, juga bukan di masa datang.

 

23.30 WIB, 28 September 2007

Ya Rabb, sekian tahun mengarungi samudera kehidupan…. Banyak bekal yang terlewatkan untuk dikumpulkan. Kadang sedikit terhibur oleh ikan kecil yang berenang di sekitar bahtera ini. Kadang juga merasa takut untuk mengubah arah bahtera. Memperhitungkan arah angin dan besarnya ombak, serta kemungkinan karang di depan sana. Ya, pelajaran dahsyat luar biasa dari atas bahtera yang mengarungi samudera kehidupan ini.

Ya Rabb, ku berharap agar agar bahtera ku ini tidak binasa karena terlalu tinggi ku memasang pengharapan atas realitasnya, tapi juga tidak lenyap dari peredaran karena terlalu rendah ku memberikan kepercayaan atasnya.

Ya Rabb, izinkan navigator bahtera ini menuntun ke jalan yang benar. Jangan jadikan aku seorang pelayar yang berlayar dalam tidur atau tidur sambil berlayar. Tetap jadikan aku terjaga ya Rabb, jangan jadikan aku seorang pengigau berat yang tidak mampu menggunakan navigator yang kau berikan, lalu tak tahu dimana posisiku saat ini. Ku mohon, jangan sampai seperti itu.

Ya Rabb, jadikan aku sebagai pelaut yang memiliki mental da’i, biar lah sambil berlayar, sambil ku tebarkan risalah ajaran yang suci ini. Biar samudera kehidupan ini kupenuhi dengan kalimat-Mu. jadikan aku memilliki mental seperti kaum muslimin waktu Rasul-Mu masih hidup, yang pada era akhir makkiyah dengan entengnya mereka berkata "Kami siap melindungi Rasulullah SAW, sebagaimana kami melindungi anak-anak dan isteri-isteri kami". Kecintaan yang mendalam terhadap kekasih-Mu ya Rabb. Jujur ya Rabb, aku cemburu… karena era-nya sudah berubah dan tak mungkin aku berkata-kata seperti itu di depan kekasih-Mu. Tapi satu keyakinan ku, bahwa jalan ini tak kan pernah henti. Saat ini yang bisa kulakukan adalah perjuangan untuk menegakkan dien-Mu, walau mungkin diri ini terlalu lemah untuk menopangnya.

Ya Rabb, izinkan aku menjadi pelaut yang berteriak dengan lantang untuk menggaungkan kalimat suci-Mu. jadikan lidah ini fasih mengatakan kebenaran sesuai dengan keadaan objeknya. Tapi jangan juga “terlalu” fasih, sehingga sulit untuk dimengerti. Jangan biarkan aku tersindir oleh kalimat “Ala Man Taqra’ Zabura ?!" (Kepada siapa Anda Bacakan Zabur?), yang menyatakan sindiran tajam bagi da’i yang asyik menyusun kata dan menikmatinya sendiri, tanpa peduli apakah komunikannya dapat mengerti. Ku mohon ya Rabb, beri kekuatan dan ketepatan dalam menyampaikan kalimat-Mu.

Ya Rabb, kusadari samudera kehidupan ini bukan hanya sekedar obral janji. Masih perlu ditinjau dan dikaji ulang. Apakah telinga ini cukup peka untuk mendengar rintihan dari orang lain. Apakah mata ini cukup jeli untuk menelisik permasalahan umat. Dan yang penting adalah apakah tangan ini cukup ringan untuk memberikan sedikit bantuan pada yang membutuhkan.

 

00.02 WIB, 29 September 2007

Ya Rabb, sisa umur makin berkurang. Waktu mengumpulkan bekal kian sempit. Dan waktu pertanggungjawaban itu kian dekat. Tak pernah ku tahu, kapankah pelayaran panjang ini akan berakhir dan bagaimanakah pertanggungjawabannya di hadapan-Mu.

Ya Rabb, jadikan diri ini hanya menghamba kepada-Mu. jadikan hati ini hanya tertaut pada-Mu. jadikan makhluk-Mu yang kucintai adalah makhluk yang kucintai karena-Mu, dan itu tidak melebihi cinta ku kepada-Mu. Jadikan aku sebagai hamba yang turut berkontribusi dalam menegakkan kalimat-Mu ya Rabb. Berharap akhir pelayaran mengarungi samudera kehidupan ini adalah happy ending full barokah. Jadikan aku sebagai hamba yang Engkau ridhoi ya Rabb. Amin, amin Ya Rabb.

                            

September 26, 2007

Ringkasan Rich Dad Poor Dan for Teens (Robert T. Kiyosaki)

buku ini berbicara tentang manajemen uang. penulisnya menjelaskan pemikiran utamanya dengan menggunakan 2 tokoh, yaitu ayah miskin dan ayah kaya.

 

 

                           
 

yang   dikatakan ayah miskin

 
 

yang   dikatakan ayah kaya

 
 

belajarlah dengan tekun supaya kau   bisa menemukan perusahaan bagus dan bekerja di situ

 
 

belajarlah dengan tekun supaya kau   bisa menemukan perusahaan bagus dan membelinya

 
 

alasanku tidak menjadi kaya adalah aku   punya kalian, anak2

 
 

alasanku untuk menjadi kaya adlah aku   punya kalian, anak2

 
 

kalau sydah berurusan dengan uang,   jangan ambil resiko

 
 

belajarlah untuk mengelola resiko

 
 

bekerjalah untuk mendapatkan bayaran

 
 

jadilah mandiri secara financial

 
 

tabung

 
 

investasikan!

 
 

tulislah daftar riwayat hidup yang   bagus untuk mendapat perkejaan yang bagus

 
 

tulislah rencana fianansial dan bisnis   yang kuat untuk menciptakan perusahaan yang bagus

 

 

 

Salah satu cara terbaik untuk bebas secara financial adalah dengan menjadi pemilik bisnis yang suskses – yang kebanyakan dikelilingi oleh anggota tim yang kuat

Bekerja dengan orang lain bisa memberikan kepuasan yang besar, secara emosional maupun financial. Hal ini memungkinkanmu mengoper id eke orang lain. Kalau hanya sendiri, mungkin kau akan merasa tidak yakin harus mulai dari mana dan harus mengambil arah yang mana.

 

Rahasian uang ayah kaya : bekerjalah untuk belajar, bukan untuk memperoleh

Ketika hidup menekan dan mempermainkan saya, saya harus membalas untuk balik menekan. Tapi jangan biarkan emosi – terlebih rasa takut - membuat keputusan bagi saya. Ketika keadaan “menekan titik lemahmu”, mundurlah sejenak dan cobalah mengkaji keadaan itu dengan tenang, menggunakan kecerdasan interpersonal dan intrapersonalmu. Keahlian juga akan menolongmu dalam dunia bisnis saat kau bekerja dengan orang yang sulit.

Bekerjalah untuk belajar dan biarkan uang yang bekerja untukmu. Lebih baik menemukan kekuaan untuk menghasilkan uang daripada bekerja untuk uang.

Saat kau melakukan tugas2 rutin sebagai bagian dari pekerjaan atau tugas rumah harianmu, rasanya seperti menghitung domba sebelum tidur –membosankan sampai2 bisa membuatmu tertidur! Namun sebenarnya kalau kau memiliki sikap yang tepat, mengerjakan sesuatu yang rutin dapat bersifat mediatif dan membangkitkan semangat. Sebenarnya itu memberimu kesempatan berupa waktu hening untuk membiarkan otakmu memperoleh pemikiran kreatif. Dan pemikiran kreatif adalah kunci rahasia sukses ayah kaya!

 

Rahasia uang ayah kaya : uangku bekerja untukku

Ketika tokoh dalam buku ini dan temannya bekerja tanpa dibayar (ini pelajaran bagi mereka untuk benar2 melakukan “bekerja untuk belajar, bukan untuk memperoleh), ayah kaya berkata : teruskan nak, tapi semakin cepat kau lupa bahwa kau membutuhkan bayaran, semakin mudah hidupmu saat kau dewasa nanti. Tetaplah gunakan otakmu, bekerjalah dengan bebas, dan pikiranmu akan segera menunjukkan cara2 menghasilak uang jauh lebih banyak daripada yang bisa aku bayar. Kau akan melihat hal2 yang tidak pernah dilihat orang lain. Peluang ada tepat di depan hidung mereka. Sebagian besar tidak pernah melihat peluang itu karena mereka mencari uang dan keamanan, maka hanya itulah yang merka dapatkan. Saat kau melihat satu peluang, kau akan mulai melihat banyak peluang selama sisa hidupmu.

 

Rahasia uang ayah kaya : menghasilkan uang

Jenis2 pendapatan :

ð  Pendapatan yang diperoleh : uang yang diterima dari bekerja – gaji.

ð Pendapatan pasif : pendapatan yang diperoleh bakhan ketika tidak bekerja secara fisik melakukan pekerjaan. Pendapatan pasif bisa dating dari bisnis yang kau atur dan dijalankan oleh orang lain secara harian. Ex : nyewakan sebuah rumah, komik, bisa juga dari royalty.

ð Pendapatan portofolio : kalau punya uang yang diinvestasikan dalam asset kertas (saham, obligasi, dan reksa dana), artinya kau punya pendapatan portofolio. Pendapatan portofolio bekerja dengan prinsip yang sama dengan pendapatan pasif. Uangmu bekerja bahkan saat kau sedang tidur.

 

Satu2nya hal yang perlu kau ingat adalah : perbedaan antara aset dan liabilitas. Orang kaya memperoleh aset, sementara orang miskin dan kelas menengah memperoleh liabilitas, tapi mereka mengira bahwa itulah aset.

 

Aset = uang di dalam kantongmu.

Definisi tradisional tentang aset adalah segala sesuatu yang kau miliki yang memiliki harga tertentu –yang bisa “berubah menjadi uang” kalau kau memerlukannya. Disini kita berpikir bahwa aset adalah barang2 yang kita miliki yang bisa dijual untuk mendapatkan uang. Secara teknis juga bisa berarti uang yang ada di rekening bank dan di dompet.

Akan tetapi, ini dia jebakannya! Sementara kau berpikir semua barang yang kau miliki adalah aset (karena kau bisa menjualnya untuk mendapatkan uang), semuanya itu bukanlah benar2 aset sebelum dijual. Mengapa? Karena mereka tidak memasukkan uang ke kantongmu sebelum dijual (kemudian itu semua bukan lagi aset karena sudah tidak menjadi milikmu lagi!). hal ini juga berlaku pada dompetmu, dengan berdiam di dompetmua, uang tidaklah secara diam2 menjadi ganda dengan sendirinya. Untuk menjadikan suatu hal yang mungkin bahwa uang “menggandakan dirinya” adalah dengan cara menginvestasikan pada aset yang memberimu pendapatan pasif dan portofolio. Apapun milikmu yang menghasilkan pendapatan pasif dan portofolio adalah aset.

 

Liabilitas = uang keluar dari katongmu

Liabilitas membuat uang keluar dari kantongmu. Nyatanya, banyak benda yang kita miliki (ex : tv, computer) yang secara tradisional dianggap aset, sebenarnya ini adalah liabilitas, karena untuk mendapatkannya kau harus mengeluarkan uang dari kantongmu. Dan banyak dari benda2 itu, saat ditukar denga uang tunai, akan memberikan lebih sedikit uanga daripada yang kau keluarkan saat membeliny.

Liabilitas juga mencakup pinjaman, uang yang harus kita keluarkan saat kita menyewa sesuatu, dan hutang yang harus dibayar.

 

Aset atau liabilitas ?

Rumah bisa jadi aset, bisa juga menjadi liabilitas. Ketika membeli rumah, maka yang harus dikeluarkan adalah uang untuk listrik, biaya untuk membeli perabotan (ac, tv, kulkas, dll), biaya perawata. Kalau kasusnya seperti ini, maka yang terjadi adalah rumah menjadi liabilitas. Tetapi beda halnya kalau kita membeli rumah untuk disewakan, memang kita mengeluarkan uang untuk perawatan, tapi kita juga mendapatkan uang dari hasil sewa.

Begitu juga setiap barang yang kita beli dan membutuhkan perawatan (misal : motor, mobil membutuhkan bensin dan biaya servis). Kalau tidak digunakan untuk usaha, maka benda2 itu hanya menambah pengeluaranl.

 

So, untuk para remaja. Membelilah dengan cermat! Jangan menghambur2kan uang untuk membeli barang2 tidak berguna. Lihatlah aset yang kau miliki, jagalah dengan baik. Mungkin saja suatu hari benda2 itu bernilai lebih tinggi daripada saat kau membelinya –tapi gak dijamin yaaa…

 

Kebanyakan benda yang kita beli, harganya mulai turun drastic saat kita memblinya dan membuka kemasannya (ex : motor, computer, hp, dll).

 

SSSSOOOOO …..

è Aset memasukkan uang ke dalam kantongmu

è Liabilitas mengeluarkan uang dari kantongmu

è Belilah aset yang menghasilkan pemasukan

 

Rahasia uang ayah kaya : semuanya mengenai arus kas

 

Laporan keuangan : membaca angka2

 

Laporan keuangan menunjukkan hubungan antara apa yang kau miliki dan apa yang kau pinjam/utang. Laporan keuangan merupakan gambaran kondisi keuanganmu pada suatu saat. Laporan ini terdiri dari dua bagian : laporan rugi-laba dan neraca

 

Laporan laba-rugi : secara sederhana menunjukkan uang apa yang masuk dan uanga paa yang keluar dan secara seketika memberimu gambaran uanga apa yang tersedia. Ini mewakili pendapatan dan pengeluaran pada periode waktu tertentu.

Neraca : menunjukkan hubungan (dan kadang2 tarik menarik) antara aset dan liabilitas. Ii potret suatu saat tertentu.

Menciptakan arus kas mu sendiri

Bekerjalah untuk belajar, bukan untuk memperoleh

 

Kerja adalah pertukaran

Kau bisa memperoleh apapun yang kau inginkan kalau kau mau menukarkan sesuatu yang berharga dengan hal yang kau inginkan. Semakin bayak member, maka semakin banyak menerima balasannya.

Untuk menciptakan pertukaran yang adil, kau harus mempelajari seerapa berharga setiap pekerjaan bagimu. Kau harus mencari kesempatan, dan bukannya upah. Kalau kau melakukan pekerjaan yang hanya seharga sejuamlah uang yang berhenti di kantongmu setelah menerima upah, maka itu bukanlah pertukaran yang baik. Bekerja untuk mendapatkan upah berarti kau memberikan sejumlah waktumu dan baiasanya memperoleh sejumlah uang yang setara (atau malah kuran) dengan harga waktumu tersebut. Bekerja untuk belajar berarti bahwa kau biasanya mendapatkan kembali sesuatu yang jauh lebih besar daripada waktu yang telah kau berikan –sebagai tambahan dari uang tunainya!

 

Mengelola asetmu

 

Pendekatan celengan

Kita menyimpan uang, dengan pembagian celengan sebagai berikut :

ð Celengan berama : gunanya untuk beramal. Karena menyumbangkan uang adalah salah satu cara terbaik untuk membantu membetulkan segala sesuatu yang salah di dunia ini. Rasanya menenangkan untuk melihat sebuah masalah dan tahu bahwa kau memiliki kekuasaan untuk menyumbangkan uang kepada penyebab atau kelompok yang akan membantu membuat dunia menjadi lebih baik. Membeli barang untuk dirimu sendiri adalah hebat, tetapi memberikan uang kepada orang lain adalah perasaan terbaik di dunia.

 

ð Celengan tabungan : karena penting untuk menutupi pengeluaran selama setahun.sebetulnya sulit untuk direalisasikan, tapi intinya adalah memiliki simpanan tabungan, uang yang disisihkan dengan aman untuk “hari ujan”. Celengan ini mewakili keamanan. Sekalipun menyimpan uang di celengan ini penting, tidaklah penting menyimpan semua uang lebihmu di situ. Berikut alasannya :

Kebanyakan rekening di bank memberikan bunga. Inilah yang mendorong kita untuk menabung di bank. Tapi kenyataannya, bunga itu tidaklah besar. So, tempat yang memberikan keuntungan besar adalah asetmu.

 

ð Celengan investasi : gunanya untuk investasi, yang mewakili resiko dan belajar, dan membeli dan membangun aset. Celengan kedua adalah yang kebanyakan orang piker perlu menjadi focus mereka. Namun, karena biasanya investasi menghasilkan lebih banyak uang daripada rekening tabungan, maka celengan ketiga ini layak mendapat lebih banyak perhatian dalam rangka menciptakan kemakmuran.

 

Laba atas investasi

Ayah kaya berkata “penabung adalah pecundang”. Ia tidak berkata bahwa menabung itu buruk. Ia ingin kami mengerti, bahwa menabung memiliki batas.

Ex : saya memutuskan membeli sebuah apartemen dan menyewakannya. Saya membeli bangunan itu seharga 100.000.000 dan mengambil 10.000.000 dari tabungan saya sebagai uang muka. Saya pergi ke bank untuk mengambil kredit, yang berarti bahwa saya meminjam sisa uang (90.000.000) untuk membeli bangunan itu dari bank dan membayar jumlah itu (Berikut bunga) kepada bank dengan mengangsur.

Dalam waktu setahun, pendapatan yang saya peroleh dari para penyewa –dikurangi apa yang saya bayrkan untuk pinjaman, pajak, dan beberapa perbaikan—mampu mengembalikan 10.000.000 yang saya bayarkan sebagai uang muka. Saya sekarang akan mengambil 10.000.000 itu dan membali bangunan atau usaha lain. Sekarang semua pendapatan yang saya peroleh secara pasti akan kembli pada investasi saya. Kalau saya menyimpan 10.000.000 yang pertama di rekening, mungkin uang itu akan pergi entah kemana.

 

Membayar dirimu sendiri lebih dulu

Saya telah mengambil uang yang saya butuhkan untuk membeli apartemen dari celengan tabungan. Segera setelah saya memperoleh sejumlah uang, tempat pertama yang akan saya taruhi uang itu adalah celengan itu lagi. So, bayar terlebih dahulu dirimu. Taruh uang ke dalam kolom aset sebelum membayar pengeluaran bulanannya yang berupa pinjaman dan uang sekolah.

 

Setiap lembar uang pada setiap saat

Dengan setiap lembar uang yang kita miliki, kita memiliki kekuatan menentukan nasih kita sendiri. Habiskan uang itu dengan bodoh dan kau telah memilih menjadi miskin. Habiskan dalam liabilitas dari waktu ke waktu dan kau akan selalu menjadi kelas menengah. Belajarlah bagaiman mendapatkan aset dan kau memilih kemakmuran sebagai tujuan dan masa depanmu. Pilihan ada di tangan kita! Setiap hari dengan uang yang kita terima dan keluarkan. Ini adalah tanggungjawab yang menakjubkan dan perasaaan berkuasa yang mengagumkan. Masa depan financial ku ada di tanganku sendiri!!!

 

 

Kunci kebebasan financial adalah kemampuan untuk mengubah pendapatan yang diperoleh menjadi pendapatan pasif dan/atau portofolio.

Berinvestasi untuk menjadi kaya memerlukan keterampilan pribadi yang berbeda-beda, tapi intinya adalah berinvestasi dengan laba tinggi dan resiko rendah. Dengan kata lain, menciptakan aset yang bisa membeli aset yang lain.

Inti buku “Breaking The Time”, karangan Satria Hadi Lubis :

Tahapan breaking the time :

1. Membuat misi

2. Menentukan peran

3. Membuat visi peran

4. Membuat rencana pekanan

5. Membuat rencana harian

 

 

· Membuat misi

 Ciri misi hidup positif :

    1. Luhur => bersumber dari nilai2 universal yang berasal dari Allah

    2. Flexible => tidak kaku, dan member ruang bagi perubahan2 cara untuk      mencapai tujuan.

    3. Menarik => mampu memotivasi penyandangnya untuk senantiasa              menjalankan dan mempertahankannya dalam berbagai situasi

    4. Spiritual è bersifat non materi dan abstrak. Ia tidak dapat diukur secara     kuantitatif, hanya dapat dirasakan secara subyektif melalui pendekatan     kualitatif

    5. Jelas => biasanya mengandung kata2 yang tidak mempunyai makna ganda. Harus mudah untuk dipahami dan dihayati

6. Singkat => dianjurkan hanya memakai 1 kalimat. Jika terpaksa boleh lebih, tapi sebaiknya gak lebih dari 3 kalimat. Misi perlu dibuat singkat supaya mudah diingat dan dihapal

 

    Cara membuat misi :

    Ø Menjawab 6 unsur misi :

1. Siapa saya è mencerminkan diri esutuhnya. Jangan parsial, misal : saya mahasiswa or menyebutkan nama

2. Mengapa saya ada è jawab dengan jujur kenapa saya ada menurut versi anda, bukan menurut orang lain

3. Apa kelebihan saya è yang telah anda miliki ketika menulis misi ini, bukan yang akan anda miliki di masa depan.

4. Untuk siapa saya bekerja è bukan sebatas pekerjaan formal. Penekanannya adalah kepada siapa yang anda layani selama ini? Atau yang akan anda layani di masa dating?

5. Apa hasil dari pekerjaan saya è bisa barang or jasa. Klo ternyata banyak, pilih yang dominan aja

6. Di mana syaa mengerjakannya (opsional) è anda melakukannya di areal sempit or luas. Jika jawaban anda sempit, seperti nama kelurahan, berarti anda menekankan pada kekhasan misi yang hanya cocok di tempat tersebut. Jika luas, berarti bisa dilakukan di mana saja.

    Ø Menggabungkan jawaban pertanyaan tentang misi menjadi satu or beberapa kalimat

· Menentukan peran ( barang siapa yang naik panggung tanpa persiapan, maka ia akan turun dengan kehinaan = Shakespeare =)

Pedoman : KISS (Keep It Short dan Simple Membuat rencana pekanan

Rencana pekanana adalah sasaran jangka menengah yang lebih cocok digunakan daripada rencana bulanan. Sebab rencana bulanan terlalu panjang, sehingga sulit mempertahankan konsistensi pencapaian visi peran.

· Membuat visi peran

Buatlah visi berdasarkan kemauan anda sendiri. Visi merupakan cita2 dan harapan tentang masa depan.


 

· Membuat rencana pekanan

Rencana pekanana adalah sasaran jangka menengah yang lebih cocok digunakan daripada rencana bulanan. Sebab rencana bulanan terlalu panjang, sehingga sulit mempertahankan konsistensi pencapaian visi peran.

 

· Membuat rencana harian

Hilangkan kebiasaan menunda pekerjaan

è Jika anda ingin membuat pekerjaan ringan menjadi tampak berat, maka tunda saja pekerjaan itu (Ohlin Miller)

Berbagi Tips n’ Trik mengatasi ngantuk di kelas

Anak kuliahan sering banget ngantuk pas kuliah. Alasannya macem-macem sih, ada yang karena semaleman ngerjain TP (Tugas Pendahuluan) praktikum, ada yang semaleman nyelesain baca buku (komik, novel, kumpulan cerpen, dan buku2 lainnya), ada yang semaleman nyelesain games kesayangannya, ada yang semaleman chatting, dan ada juga yang semaleman kelayapan kayak kalong ama temen2nya. Yah, intinya sih satu,K-U-R-A-N-G__T-I-D-U-R!

SO, gimana ngatasin rasa kantuk itu . . .?

Solusi pertama, dan mudah-mudahan ini yang terbaik, adalah dengan menambah waktu tidur. Tapi inget, tidurnya harus tetep dalam proporsi yang ‘cukup’, bukan berlebihan. Soalnya klo berlebihan, bisa-bisa malahan tambah ngantuk, bukannya ngebuat segerrrr…

 


Aduh, sorry ye,.. gw aktivis tulen nih. Setiap waktu bagi gw adalah berharga. Dari pagi sampe malem, kerjaan gw klo ga rapat, demo, ya ngerjain suatu kerja nyata untuk ngebangun umat. So, gimana donk ? lu bisa ngebayangin donk klo gw nambah waktu tidur gw, apa kata dunia ?! bisa terbengkalai semua kerjaan gw.

 


Nah, untuk yang sehari-harinya aktif banget. Temen-temen bisa nyoba beberapa tips di bawah ini (semoga bisa mengurangi rasa kantuk)

- Makan permen

Ini cara yang gw dapetin sejak gw SMP. Dengan kita makan permen, lidah sebagai indera pengecap mengirimkan berita ke otak tentang rasa permen yang kita makan. So, otak ngerespon donk. Nah, yang tadinya mata kita udah redup karena ngantuk, mau ga mau dipaksa ama otak untuk melek lagi, soalnya otak lagi bekerja buat melakukan pewacanaan di diri kita, misalnya : “azzzeeekkk, rasa permennya enak coy! Suka gw! Sok atuh, terusin ngemut permennya ^_^”.

 
Cara ini lumayan efektif, tapi biasanya ketika kita ngebuka bungkus permen yang terbuat dari plastic, maka akan menimbulkan suara “kresek-kresek” dan itu akan menarik perhatian temen-temen di sekitar kita. Nah loh, klo ga ngasih kan ga enak juga ^_^. So, klo emang cuma bawa satu permen, buka bungkusnya pelan-aja, supaya temen-temen kita ga pada ngiler hehehe

 

- Cuci muka or (pokoknya) segera keluar dari kelas

Ini juga cara klasik. Waktu temen-temen semua ngerasa ngantuk di kelas, langsung aja izin ke kemar mandi buat mandi, eh salah ding (hehhehe), buat cuci muka maksudnya. Di kamar mandi, langsung aja bilas muka dengan air. Selain itu, coba deh kumur-kumur + ngebersihin hidung pake air, kayak pas kita wudhu. Selain itu, basahin juga rambut bagian belakang kepala kita. Tambahan, klo bisa leher juga ikut dibasuh dengan air, termasuk tengkuk.

 
Jangan lupa bawa sapu tangan, atau minimal tissue, buat ngelap air yang di leher (termasuk tengkuk) supaya baju yang kita pakai ga basah. Lagian, tengsin juga klo basah-basah masuk ke kelas.

 
Tapi sebenernya sih, cara ini ga bertahan lama klo kita emang bener-bener ngantuk beratz. Paling cuma bertahan antara 10-30 menit. Setelah itu mata kembali meredup dan kita siap berakting untuk menyembunyikan ngantuknya kita. Masa’ sie mau bolak-balik ke kamar mandi . . .? kan klo keseringan malu juga ^_^

Or klo kuatir terlalu basah (keliatannya) karena abis cuci muka. Maka temen-temen ga mesti cuci muka, cukup keluar ruangan setelah itu menikmati pemandangan di luar kelas.

 

- Ngeliatin temen-temen di sekitar kita

Temen adalah inspirasi. Yupz, setuju banget. Kadang-kadang pas kita bakalan timbul rasa geli pas ngeliat muka serius temen kita atau ngeliat kepala temen kita yang manggut-manggut bukan Karena ngerti apa yang dijelasin dosen, tapi karena ngantuk (juga). Biasanya kita langsung ngebandingin dengan diri kita. Ooooh, ternyata klo ngantuk itu gitu ya. Ih, malu yaaaa….

tapi awas! tetep jaga pandangan!

 

- Saling menggosokkan telapak tangan lalu tempelkan ke mata

Jika kantuk datang menyerang, saling gosokkan ke dua belah telapak tangan sampai timbul rasa panas. Setelah itu, tempelkan dua belah telapak tangan (yang masih hangat itu) ke mata (tentunya mata yang terpejam ya, klo matanya ga mejem, bisa2 kecolok hehehehe).

 

- Bertanya kepada dosen atau temen

Nah, ini mungkin cara yang paling efektif dan efisien buat ngilangin ngantuk di kelas. Dengan bertanya, kepada teman terlebih lagi dosen, maka akan membuat diri kita berpikir lebih keras tentang pelajaran itu. Apalagi klo nanya sama dosen, dijamin deh lebih cepet memenangkan pertarungan melawan kantuk. Soalnya untuk nanya ke dosen, selain menyiapkan pertanyaan yang berbobot (kan malu ama temen klo pertanyaannya ecek-ecek), tentunya juga harus menyiapkan mental lebih. Bayangin aja, untuk bertanya kepada dosen, kita harus terlebih dahulu member tanda kepada dosen tersebut agar dosen tersebut tahu bahwa kita ingin bertanya, ini artinya kita butuh keberanian. Setelah diizinkan bertanya, suara kita saat bertanya harus bisa terdengar jelas. Soalnya klo pertanyaannya gak jelas, maka dosen akan meminta kita untuk mengulangi pertanyaan lagi. ini (pun) artinya butuh keberanian. Belum lagi klo dosennya balik nanya ke kita tentang pendapat kita. Nah looohhh,,,, ini bener-bener ngebuat kita langsung menang melawan kantuk. Ya, semoga saja ^_^

semoga kita bukan orang yang senantiasa tertidur. Karena orang yang tertidur, hanya akan memperoleh mimpi.